Jumat, 11 Februari 2011

Reporter Kompas Gramedia Group of Magazine

Kompas Gramedia Group of Magazine

Bermula dari Intisari, terbit pertama kali pada 7 Agustus 1963, kini Group of Magazine - Kompas Gramedia tetap menjaga komitmen awal untuk menerbitkan produk-produk yang memberikan informasi berkualitas dengan memperhatikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Basis usaha Group of Magazine - Kompas Gramedia adalah penerbitan periodikal. Sampai saat ini Group of Magazine memiliki kurang lebih dari 40 tabloid dan majalah. Kedepan, Group of Magazine akan masuk ke setiap segmen yang ada dan berada pada posisi market leader.

Untuk memperkuat posisi, Group of Magazine - Kompas Gramedia masuk ke setiap segmen yang ada sesuai dengan basis usaha dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan teknologi seperti media cetak, media elektronik, digital initiative, events dan communities serta berada pada posisi market leader.

Saat ini kami membuka peluang untuk bergabung dalam beberapa yaitu media Pria, Automotif, Gadget & Seluler dan Interior sebagai :

Reporter

Requirements:
  • Pendidikan S1 Jurnalistik / Komunikasi / Psikologi / IT / Desain Interior/ Teknik Arsitektur dan lainnya
  • Senang Menulis
  • Mampu berbahasa Inggris/asing lainnya
  • Lebih diutamakan yang memiliki pengalaman jurnalistik
  • Mengikuti perkembangan bidang interior/arsitektur/properti (bagi reporter Interior)
  • Lampirkan: Contoh artikel karya anda sendiri dengan tema yang anda minati!
Kirim berkas lamaran lengkap Anda disertai CV, fotocopy transkrip dan ijasah, fotocopy KTP, dan pas foto terbaru secepatnya dengan disertai kode posisi subject email atau lamaran, ke:

HRD KOMPAS GRAMEDIA - Group of Magazine
Gd. Kompas Gramedia Unit 1 Lt.8
Jl. Panjang no. 8A, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: edina@gramedia-majalah.com

Minggu, 20 Juni 2010

SOLO "BUKAN" TUJUAN WISATA?











Sebelum memulai tulisan ini, perkenankan saya memulainya dengan sebuah pertanyaan: Apabila anda mendapat paket liburan dengan transportasi dan akomodasi gratis di Indonesia, kota mana yang menjadi tujuan anda untuk berlibur? Dengan semua pengetahuan yang anda miliki tentang pariwisata di Indonesia, akankah anda menjawab bahwa, “Saya ingin memanfaatkan paket liburan gratis ini ke Surakara dan menikmati keindahan kota Surakarta”?. Jujur saja saya tidak akan menjawab Surakarta dan akan terlihat kurang pintar jika menjawab itu. Karena saya tidak suka ketika melihat banyak sekali pengemis dan pengamen di banyak perempatan jalan. Saya juga tidak suka melihat banyak sekali sampah yang tertumpuk di pinggir-pinggir jalan serta Pedagang Kaki Lima yang tidak tertata sehingga meyebabkan kemacetan dan kesemrawutan. Walaupuan saya membayangkan nampaknya akan menyenangkan kalau terlahir didaerah yang banyak memiliki potensi wisata yang begitu banyak seperti Pulau Dewata Bali, namun saya merasa bersyukur setidaknya tidak terlahir di daerah yang gersang, tandus, serta penduduknya yang kurang ramah. Biarpun saya menyukai Solo yang karena masyarakatnya sangat ramah, tetapi memikirkan hal yang membuat saya ingin berwisata ke Solo bukanlah suatu hal yang mudah.

Lebih sering dipakainya nama Solo dibanding dengan Surakarta serta asal usul nama tersebut menurut Walikota Surakarta, Joko Widodo, bermula sebelum abad ke-18. Pada saat itu terjadi peperangan yang menyebabkan Pemerintahan Hadiningrat Surakarta pindah ke sebuah dusun yang bernama dusun Solo. Mulai saat itu Surakarta pun lebih sering disebut dengan Solo. Mungkin orang jawa begitu ingin sederhananya dengan menyebut Solo yang hanya 2 suku kata saja ketimbang Surakarta yang mempunyai 4 suku kata, tentu saja sangat praktis, yang penting mempermudah pelafalan.








Apabila diminta menceritakan tentang keindahan Solo, maka saya akan menceritakan tentang Batik. Tentang warisan budaya dunia, ya Batik Laweyan. Batik Surakarta itu, ya Laweyan, begitulah tulisan itu terpampang di salah satu sudut toko batik di Laweyan. Kenapa batik Surakarta harus identik dengan Laweyan, sebab di sanalah konon batik bermula, diproduksi secara turun-temurun. Kyai Ageng Henis-lah yang memperkenalkan batik kepada penduduk sekitar Pajang pada awal abad ke-16. Setidaknya, begitulah yang diyakini warga Laweyan hingga kini. Laweyan sendiri, berasal dari kata lawe, yakni serat-serat kapas halus yang merupakan bahan baku pembuatan kain mori. Kata Laweyan menunjukkan tempat dimana banyak benang lawe di sana.


Laweyan kini sudah tak semuram beberapa puluh tahun yang lalu. Pengakuan batik sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO membuat popularitas batik semakin meningkat. Trend penggunaan batik yang sedang digemari oleh kalangan remaja, membuat kebutuhan akan bahan batik terdongkrak pula. Dan Laweyan, kini mulai menggeliat. Bila hingga 2004 lalu hanya tersisa 11 usaha batik, kini sudah mencapai 60-an orang yang menghidupkan kembali usaha batik, khususnya batik cap dan batik tulis. Bahkan Laweyan pernah mendapatkan penghargaan berupa hadiah upakarti yang diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk kategori kepeloporan mereka menghidupkan Laweyan, bukan saja sebagai kampung batik, namun juga kawasan heritage.


Ada satu lagi tempat yang menjadi tujuan berlibur baru warga Kota Surakarta, Taman Balekambang namanya, terletak di daerah seperti nama taman tersebut yaitu balekambang. Balekambang, yang konon berasal dari gabungan kata bale (Balai) dan kambang (Mengapung) menunjuk pada keberadaan sebuah balai di atas telaga kecil. Dibangun pada 1921 oleh KGPAA Mangkunagara VII, taman itu lantas dinamai Partini Tuin, sebuah taman untuk mengabadikan putrinya tercinta yang bernama Partini. Baru pertama kali saya berkunjung ke Taman Balekambang, itupun ketika mengikuti kegiatan Jambore Blogger Nasional yang diadakan oleh blogger bengawan. Walaupun demikian saya bisa melihat taman yang begitu asri. Banyak pohon tua dan langka yang tumbuh disana dengan sangat terawat. Banyak pula muda-mudi yang menghabiskan waktu sorenya di taman ini. Sebuah gedung yang berdiri megah di dalam taman yang digunakan untuk pentas teater, ketoprak dan kesenian lainnya menggambarkan begitu pedulinya pemerintahan Surakarta untuk menghidupkan Taman Balekambang ini.


Saat menulis ini, terlintas dipikiran saya ; potensi wisata di suatu daerah tidak hanya sebuah peninggalan sejarah jaman dulu ataupun pemandangan alam yang indah. Potensi wisata bisa dibuat sendiri dengan mengandalkan kreativitas dan ketrampilan Sumber Daya Manusianya. Entah mengetahui hal tersebut atau tidak, masyarakat Solo mengadakan karnaval besar yang meriah dan diberi nama Solo Batik Carnival. Karnaval yang berlangsung sejak Juni 2008 tersebut merupakan event dengan peserta lokal yang terdiri dari pelajar/mahasiswa, pelaku usaha batik dan instansi pemerintah dimana mereka memamerkan pakaian hasil karya mereka on the street sejauh kurang lebih 3 km. Tentu saja pakaian yang mereka buat harus semenarik mungkin dan sedikit berkiblat pada model Jember Fashion Carnival (JFC). Berpengaruhnya JFC terlihat karena panitia yang menyeleksi karnaval tersebut merupakan Presiden JFC, Dynand Fariz. Solo Batik Carnival telah berlangsung selama hampir 3 tahun dan bertujuan untuk mem-branding Solo ke dunia internasional. Saya pun berharap kegiatan seperti ini terus dijaga keberadaannya di Solo yang akan menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Solo... saat ini memang masih terdapat banyak kekurangan. Masih banyak yang harus diperbaiki. Tapi saya rasa tak apa, kegagalan dan ketidakpuasan yang terjadi selama ini menunjukkan bahwa pekerjaan belum selesai. Dan pekerjaan ini tidaklah mungkin dapat dikerjakan semuanya oleh pemerintah Surakarta saja, melainkan harus dikerjakan bersama-sama. Kota Solo boleh sedikit berbangga dengan apa yang telah masyarakatnya lakukan. Pemerintah pun melakukan hal yang sama untuk perkembangan Solo dengan melakukan banyak hal seperti revitalisasi pasar tradisional dan penataan PKL dengan konsep nguwongke uwong. Mereka sampai saat ini telah berjuang untuk memperkenalkan Solo bukan hanya di Indonesia, namun seluruh Dunia. Apa yang telah mereka lakukan sekarang ini menjadi sangat penting karena meniupkan rasa optimisme agar daerah mereka menjadi tujuan wisata seperti yang telah dicapai oleh Bali, juga bisa mereka capai. Pada awal tulisan ini, saya menyebutkan bahwa seandainya saya mendapat paket liburan dengan transportasi dan akomodasi gratis di Indonesia, kota mana yang menjadi tujuan anda untuk berlibur?, maka saya tidak akan menjawab Surakarta. Namun jika mulai detik ini warga Kota Surakarta melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk memajukan pariwisata kotanya, mungkin 10 tahun kedepan saat menulis tentang Kota Surakarta, adik saya akan mengawali tulisannya dengan;

“Saya ingin sekali berlibur di Solo, kota yang begitu indah dan sangat menghargai budayanya. Saya mendapatkan semuanya di Solo. Bahkan apabila saya mendapat paket liburan dengan transportasi dan akomodasi gratis di Indonesia, maka dengan tegas saya jawab, saya ingin ke Solo.”

Kukuh Hari Setyawan – Pendekar Tidar Magelang

Rabu, 30 Desember 2009

MAGELANG SKATEBOARDING



Sk8er dibaca:skater, itulah sering orang-orang menyebut permainan papan luncur atau biasa yang mereka kenal adalah skateboard. Belakangan ini bermunculan kumpulan-kumpulan penyuka olahraga extreme tersebut yang tersebar di seluruh kota di Indonesia, bahkan sekarang banyak orang menyebut bahwa suatu kota tidak bisa disebut suatu kota kalau dikota itu tidak ada perkumpulan skateboard-nya.

Di Magelang banyak sekali pecinta permainan ini dan salah satunya yang terkenal adalah magelang skateboarding crew yang sering mengadakan latihan di jalan ahmad yani atau sering disebut poncol( belakangan ini mereka sering checkspot di


jalan masuk rindan, plengkung). Kali ini saya tidak membahas magelang skateboarding crew, namun sebuah perkumpulan skateboard yang sering latihan di daerah karisidenan magelang dan mereka menyebut diri mereka…( waduh, belum ada nama resminya je.. hehe). Anggota dari perkumpulan ini yaitu aris, ndon, xsan, kukuh, lana, kiki, ade(ambon) dll. Mereka mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda. Ada dua orang yang sudah lulus S-1 tapi kayaknya belum bekerja yaitu aris dan ade, ada juga lulusan D-3 yang sudah bekerja sekaligus melanjutkan stusi S-1 di Semarang dan dia adalah xsan, lana bekerja di daerah grabag sedangkan kukuh dan ndon masih berstatus mahasiswa, eh iya ada satu lagi kiki, tapi saya gak jelas status dia apa.. Kadang mereka juga sering latian di atas rumah salah satu anggota, aris, yaitu di daerah meteseh. Loh kok diatas rumah? Emang emang dilantai 2-nya ada skate park? Bukan begitu, rumah aris agak sedikit menjorok ke bawah(kayak teluk aja.. :p) dan disebelahnya ada jalan yang tingginya lebihtinggi dari rumah aris. Nah itu jadi spot kita yang sering dipakai.

Kita punya inventaris yaitu beberapa obstacle, box, launcher yang bisa digunakan untuk bermain.Mereka dengan rendah diri menyebut mereka masih novice padahal sudah banyak trick yang bisa mereka kuasai. ”wah, saya gak usah menyebut trick yang saya kuasai nanti dikira sombong.” ujar ade yang bisa melakukan manual ribuan meter.. hah??... perkumpulan ini terbuka untuk siapa aja yang menghendaki untuk bergabung berlatih tanpa ada pungutan biaya karena kita semua juga baru belajar,hahaha bahkan kalo belum ada yang belum punya skateboard mereka bisa meminjamkan untuk berlatih. Mereka juga tidak sombong dan juga mau menerangkan jika ada yang bertanya bagaimana cara melakukan trick tersebut. Nah jika ada yang berminat bisa menghubungi salah satu anggota. Aris:08562591570. go skateboarding magelang. Yeah...


Senin, 09 November 2009

nollie bs 360 shove-it trick tip

Ini adalah trik yang sangat mudah yang sering dikatakan oleh pemain pro. Kamu hanya perlu belajar nollies and nollie bs shove-its sebelum mencoba trik ini but it's up to you.
1. Tempatkan kaki depan kamu on the nose hanging off your toes a little dan letakkan kaki belakangmu just behind the back bolts in a nollie position.


2. Mulailah mengayuh dengan kecepatan yang kamu pikir nyaman buatmu.


3. Now scoop the nose by pushing down and pulling your foot behind you. Give the board a little nudge in the direction the board is spinning with your back foot (tapi hati2 dalam menggunakan kaki belakangmu dengan berlebihan karena akan membuat papan berputar dan turun secara tidak terkontrol, akan menyakitkan).


4. Pastikan kamu menggunakan cukup kekuatan untuk dapat memutar papan 360 derajat penuh.


5. Perhatikan papan saat berputar. Ketika kira2 mencapai 320 derajat, mulai raih papan dengan kaki belakangmu. Kemudian kaki depanmu hanya mengikutinya saja.



Rolling...
Belajarlah dan have fun with it!



Rabu, 07 Oktober 2009

Yogi, Dom Dom, Norman Genta join ES EMERICA & ETNIES INDONESIA TEAM



Good luck for your future, guys !!!
Teruslah meluncur untuk mengharumkan nama indonesia di kancah per-skateboard-tan dunia. yeah!!!!!!!!!!!



Senin, 14 September 2009

Miracleboys Skate Video



Bandung new skate video, ‘Miracleboys’ out now and present by Linecolt Clothing. Featuring best of the best Bandung Skateboarders such as Norman Genta, Anjar, Gea, Ega MP, Adrian Sinatra, Firman Endo, Domdom and many more. Hopefully comes out with a new skate spot and new technicality of skating. To see the teaser :





Selasa, 08 September 2009

Indonesi’am – Winner, Best International Category di Skateboard Film Festival 2009

“Indonesi’am” sebuah Skateboard Film yang diarahkan oleh Filmer Anagram Skateboards ( France) Sebastien Abes dan dibuat oleh rumah produksi Lonesome Star Entertaiment ini berhasil menjadi “Best International Category” di ajang “The Skateboard Film Festival 2009″ yang diadakan di Seattle, WA, Amerika Serikat pada tanggal 14-15 Agustus,



Indonesi’am berhasil menyisihkan kurang lebih 38 Skate video yang masuk nominasi dan menurut juri, Indonesi’am adalah video yang sangat memenuhi kriteria sebagai Best International di lihat dari segi lokasi pengambilan yang masih baru (asing), Skateboarder dan Filmer dari luar Amerika serikat, dan sebuah video yang memiliki cerita didalamnya.




Video ini diambil di 2 tempat di Indonesia yaitu Kota Jakarta dan Bali,Video ini menceritakan tentang 6 Skateboarder yang melakukan trip ke Indonesia untuk mencari Skate Spot baru dan pengalaman baru di Indonesia, Video ini menampilkan alur cerita semi Dokumenter yang di tiap bagiannya para skateboarder menanggapi mengenai Skate Spot yang dimainkan, mulai dari Taman Menteng, TMII, Tugu Proklamasi, BASE, Mega Kuningan, hingga Senayan.




Editing video yang sangat rapi dan soundtrack yang pas membuat video ini patut menjadi Video terbaik, penampilan skateboarder yang technical dan spot yang masih natural dan asli Indonesia lah yang membuat video ini menjadi makin unik. Video ini cukup menggambarkan dunia Skateboarding Indonesia, dan semoga kedepan kita Sebagai Skateboarder Indonesia dapat lebih banyak menghasilkan Skateboarding Film Indonesia. !!!Let’s Go Skate Filming!!!